Senin, 07 April 2014

Klopp pada Madrid: Pertarungan Ini Belum Selesai!

Mengejar defisit tiga gol melawan Real Madrid bukan tugas yang mudah bagi tim manapun, termasuk Borussia Dortmund. Meski begitu, Dortmund siap memberikan segalanya guna membalikkan keadaan.

Kekalahan 0-3 yang diderita Dortmund di Santiago Bernabeu membuat kans lolos mereka amat tipis. Pasalnya, Robert Lewandowski dkk. harus bisa menang 4-0 ketika gantian menjamu Madrid di Signal Iduna Park nanti malam.


Dengan situasi ini, bisa dibilang Dortmund butuh keajaiban. Apalagi Madrid hanya butuh minimal hasil imbang ataupun kalah tidak lebih dari dua gol untuk melanjutkan langkahnya ke semifinal.


Klopp tidak ingin menjanjikan timnya akan bisa membalikkan keadaan. Performa yang bagus bakal menjadi ucapan selamat tinggal yang sempurna.


"Kami memperoleh hasil di Madrid yang membuat kami tidak memiliki banyak pilihan. Seperti biasanya, kami akan memberi segalanya untuk menang. Saya tidak paham kenapa orang-orang bilang kami harus menciptakan gol di lima menit pertama," ujar pelatih Juergen Klopp yang dilansir Uefa.com.


"Saya tidak tahu berapa banyak kejaiban yang sudah diucapkan sebelum mereka terjadi. Kami hanya bisa memberikan segalanya dan menampilkan hiburan bagus untuk suporter kami. Jika kami entah bagaimana mendapat hasil yang meloloskan kami maka itu hebat tapi jika tidak, kami ingin mengucapkan selamat tinggal dengan sebuah performa yang bagus."


"Anda bisa tereliminasi jika lawannya adalah Real Madrid. Di Liga Champions semuanya hanya soal menunda waktu tereliminasi dari kompetisi," sambung dia.


"Musim lalu, kami tereliminasi di final dan musim ini sepertinya kami tereliminasi di perempatfinal. Tapi ini belum berakhir. Sekarang, kami seperti spesialis babak keda dan ini adalah babak kedua dari perempatfinal. Kami ingin memenanginya," imbuh Klopp.

Cruyff: Mourinho Akan Buat Chelsea "Panas"

Legenda sepak bola Belanda, Johan Cruyff, berpendapat, Manajer Chelsea, Jose Mourinho, lebih peduli terhadap hasil akhir sehingga sering menyalahkan pemain jika tim gagal mendapatkan hasil sesuai keinginannya. 

Kritik Cruyff tersebut terkait pendapat Mourinho yang menyebut pertahanan timnya payah setelah Chelsea kalah 1-3 dari Paris Saint-Germain pada leg pertama perempat final Liga Champions, di Parc des Princes, 2 April 2014. 

"PSG adalah tim kuat dengan pemain berkualitas. Chelsea juga memiliki hal yang serupa, tetapi Mourinho tampaknya tidak sependapat dengan itu," kata Cruyff kepada De Telegraaf.

"Ia selalu tampak sama. Ketika segala sesuatu berjalan dengan baik, menurutnya itu adalah buah kerjanya. Namun, pemain akan disalahkan saat sesuatu yang buruk didapat tim. Ia pernah membuat ruang ganti Real Madrid tidak kondusif dan saya melihat hal yang sama akan terjadi di Chelsea."

"Masalah utama Mourinho adalah ia hanya peduli tentang hasil akhir. Hasil akhir tampak lebih penting daripada pemainnya sendiri. Ia selalu berpikir jangka pendek dan tentunya itu bukan gaya saya," ujar Cruyff.